Copas from Irma R Mandaka
Rupanya,
memiliki anak remaja gadis dan anak remaja bujang memang berbeda. Satu hal
misalnya, tentang saat-saat ulang tahun mereka.
kepada anak gadis kami, tak ada yang berani terang-terangan memberi hadiah
ulang tahun, terutama ulang tahun yang ke 17. berbeda dengan kepada anak
laki-laki. saat Asad berulang tahun yang ke 17, september kemarin.
subhanallah...banyak anak perempuan memberi hadiah. boneka, coklat dll. ada apa
muslim girls (akhwat)? apakah kalian lebih berani dari ikhwan?. terus terang
ini membuat saya prihatin, dan penuh tanda tanya di kepala saya...duh,
akhwat..akhwat..
Keluarga kami adalah keluarga yang tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun
pada orang lain. kami pun tidak menerima ucapan selamat ulang tahun dari orang
lain. bukan karena kami sombong. bagi kami urusan ini termasuk urusan aqidah,
urusan iman. sebagai mu'min memang tidak ada syari'ah untuk itu, malah ditinjau
dari sejarah ulang tahun dan segala tetek bengeknya, itu menjadi haram bagi
kami (untuk dalil dsb nya, silahkan baca note saya di bawah).
bila teman-teman non muslim melakukan itu pada kami, kami mafhum dan berterima
kasih. yang heran bila teman-teman muslim tetap melakukan itu. padahal
berkali-kali saya tulis status bahkan note tentang ini. sepertinya hanya
merasa, dosa itu saat meninggalkan shalat saja? mencuri ? berzina? membunuh?
na'udzubillah min dzalik..
memang hari lahir kita adalah hari istimewa. tidak ada larangan dalam syari'at
untuk banyak hal di hari itu. kami sekeluarga secara pribadi mengingat hari
kelahiran dengan cara berbeda. misalnya, kita semua berkumpul, setiap anggota
keluarga mengungkapkan kesannya/nasihat untuk yang bersangkutan. melakukan
kegiatan berjama'ah dalam kebaikan, mendo'akan dan memberi hadiah. dengan
catatan, tidak hanya memberi hadiah saat ulang tahun saja. kami lakukan itu
karena Rasul mengatakan,
"tahaddu..tahabbu.." saling memberi hadiah lah kalian, maka kalian
akan saling mencintai.
jadi girls...tak apa memberi hadiah. tapi jangan karena seseorang berulang
tahun. malah sering-sering saja, niyatkan mengikuti sunnah Rasul..dan cinta
akan kamu dapatkan. tapi bukan cinta seperti yang kamu fikir kamu tahu. tapi
cinta antara mu'min, itu cinta sejati yang berharga. ok? ;)
bacalah note ini, insya Allah berguna dan menyelamatkan dunia akhirat. dan ku
tulis karena ku cinta kalian.
https://www.facebook.com/notes/irma-r-mandaka/sejarah-ulang-tahun-dan-fatwa-tentangnya/367649758333
Ulang tahun atau Milad (dalam bahasa arab) pertama kali dimulai di Eropa.
Dimulai dengan ketakutan akan adanya roh jahat yang akan datang pada saat
seseorang berulang tahun, untuk menjaganya dari hal-hal yang jahat, teman-teman
dan keluarga diundang datang saat sesorang berulang tahun untuk memberikan do’a
serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun. Memberikan kado juga
dipercaya dapat memberikan rasa gembira bagi orang yang berulang tahun sehingga
dapat mengusir roh-roh jahat tersebut.
Banyak simbol-simbol yang diasosiasikan atau berhubungan dengan ulang tahun
sejak ratusan tahun lalu. Ada sedikit penjelasan mengapa perayaan ulang tahun
harus menggunakan kue.Artemis Diana Salah satu cerita mengatakan, karena waktu
dulu bangsa Yunani menggunakan kue untuk persembahan ke kuil dewi bulan,
Artemis. Mereka menggunakan kue berbentuk bulat yang merepresentasikan bulan
purnama. Cerita lainnya tentang kue ulang tahun yang bermula di Jerman yang
disebut sebagai “Geburtstagorten” adalah salah satu tipe kue ulang tahun yang
biasa digunakan saat ulang tahun. Kue ini adalah kue dengan beberapa layer yang
rasanya lebih manis dari kue berbahan roti.
Simbol lain yang selalu menyertai kue ulang tahun adalah penggunaan lilin ulang
tahun di atas kue. Orang Yunani yang mempersembahkan kue mereka ke dewi Artemis
juga meletakan lilin-lilin di atasnya karena membuat kue tersebut terlihat
terang menyala sepeti bulan (gibbons, 1986). Orang Jerman terkenal sebagai
orang yang ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk
kue mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan dengan alasan
keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di tengah-tengah
kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan” (Corwin,1986). Yang lainnya
percaya bahwa asap dari lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke
surga.
Saat ini banyak orang hanya mengucapkan pengharapan di dalam hati sambil meniup
lilin. Mereka percaya bahwa meniup semua lilin yang ada dalam satu hembusan
akan membawa nasib baik. Pesta ulang tahun biasanya diadakan supaya orang yang
berulang tahun dapat meniup lilinnya.
Ada juga mitos yang mengatakan bahwa ketika kita memakan kata-kata yang ada di
atas kue, kata-kata tersebut akan menjadi kenyataan. Jadi dengan memakan “Happy
Birthday” akan membawa kebahagiaan.
Tradisi mengirimkan kartu ucapan dimulai di Inggris sekitar 100 tahun yang lalu
(Motomora, 1989). Pada awal mulanya hanya raja saja yang dirayakan ulang
tahunnya (mungkin disinilah awal mulanya tradisi topi ulang tahun bermula).
Seiring waktu berlalu, anak-anak juga di ikutsertakan dalam pesta ulang tahun.
Pesta ulang tahun untuk anak-anak pertama kali terjadi di Jerman dan dinamakan
“kinderfeste”.
Islam menyikapi ulang tahun
Fatawa Manarul Islam 1/43, Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin
1. Kalau dimaksudkan sebagai ibadah, maka hal itu termasuk bid'ah dalam agama
Allah.
"Jauhilah perkara-perkara baru. Sesungguhnya setiap bid'ah adalah sesat.
Dan setiap kesesatan berada dalam Neraka." (al hadist)
2. jika dimaksudkan sebagai adat kebiasaan saja, maka hal itu mengandung dua
sisi larangan.
* Tindakan ini berarti suatu kelalancangan terhadap Allah dan RasulNya, dimana kita
menetapkannya sebagai 'Ied (hari raya) dalam Islam, padahal Allah dan RasulNya
tidak pernah menjadikannya sebagai hari raya.
Saat memasuki kota Madinah, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam mendapati dua
hari raya yang digunakan kaum Anshar sebagai waktu bersenang-senang dan
menganggapnya sebagai hari 'Ied, maka beliau bersabda.
"Artinya : Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian hari yang
lebih baik dari keduanya, yaitu 'Idul Fitri dan 'Idul Adha"
* Adanya unsur tasyabbuh (menyerupai)
"Artinya : Barangsiapa meniru-niru suatu kaum, maka dia termasuk bagian
dari mereka".(al hadist)
panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan
dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang
yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk
adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalanya.
sebagian ulama tidak menyukai do'a agar dikaruniakan umur panjang secara
mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : "Semoga Allah memanjangkan
umurmu" kecuali dengan keterangan "Dalam ketaatanNya" atau
"Dalam kebaikan"
Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasiona
tanggapan beliautentang perayaan maulid nabi, barangkali bisa diambil dalam
acuan perayaan maulid secara umum
yang kita ingkari dalam hal perayaan maulid adalah ketika ada pencampuradukkan
dengan kemungkaran, ketika perayaan maulid itu bercampur-aduk dengan hal-hal
yang menyalahi syari’at, ketika perayaan maulid itu tidak sesuai dengan
Al-Qur’an, sebagaimana praktek-praktek ini masih ada di sebagian negara Islam.
Contohnya, praktek syirik, dengan mengadakan sesajian, berkurban untuk alam,
laut misalkan, pemubadziran makanan atau harta, ikhtilath atau campur baur
laki-laki dan perempuan, praktek yang mengancam jiwa dengan berdesak-desakan
atau rebutan makanan, dan lainnya yang bertentangan dengan syari’at.
satu-satunya alasan yang dianggap mendasari peringatan milad tiada lain adalah
tasyakur bi nikmat
Rabu, 24 Oktober 2012
Senin, 08 Februari 2010
Belajar Berani
Sesungguhnya ini hanya memanfaatkan waktu sambil apakah aku bisa buat blogger. ternyata baru sebatas ini yang aku bisa. mudah-mudahan akan terus
Langganan:
Postingan (Atom)